2,99 €
inkl. MwSt.
Sofort per Download lieferbar
payback
0 °P sammeln
  • Format: ePub

Satu undangan pernikahan. Satu wanita tunawisma. Satu malam yang mengubah segalanya.
Austin Cole memiliki segalanyakekayaan miliaran dolar, pemandangan mewah dari penthouse -nya, dan seorang mantan tunangan yang akan segera menikah dengan pria lain. Saat undangan pernikahan Linda tiba dengan namanya terukir dalam tinta emas, tujuannya sudah jelas: Linda ingin melihat Austin datang sendirian, hancur, dan tak lagi berdaya.
Namun, Austin tidak akan membiarkan Linda merasa menang.
Vanessa Williams adalah sosok yang tak terlihat. Duduk di depan toko roti hanya dengan sebuah pai daging
…mehr

  • Geräte: eReader
  • mit Kopierschutz
  • eBook Hilfe
  • Größe: 0.27MB
  • FamilySharing(5)
Produktbeschreibung
Satu undangan pernikahan. Satu wanita tunawisma. Satu malam yang mengubah segalanya.

Austin Cole memiliki segalanyakekayaan miliaran dolar, pemandangan mewah dari penthouse-nya, dan seorang mantan tunangan yang akan segera menikah dengan pria lain. Saat undangan pernikahan Linda tiba dengan namanya terukir dalam tinta emas, tujuannya sudah jelas: Linda ingin melihat Austin datang sendirian, hancur, dan tak lagi berdaya.

Namun, Austin tidak akan membiarkan Linda merasa menang.

Vanessa Williams adalah sosok yang tak terlihat. Duduk di depan toko roti hanya dengan sebuah pai daging dan tas kanvas, ia telah menyempurnakan seni menjadi orang yang diabaikan. Apa yang tidak diketahui siapa puntermasuk sang miliarder yang terus menatapnyaadalah bahwa Vanessa juga pernah memiliki segalanya. Sebuah rumah mewah. Ayah yang ia puja. Dan masa depan yang hancur seketika saat Edward Harris menjebak ayahnya atas kejahatan yang tidak pernah dilakukannya.

Saat Austin mengajaknya menjadi teman kencan ke pernikahan tersebut, Vanessa melihat kesempatan yang telah lama ia nantikan: akses menuju pria yang telah menghancurkan keluarganya. Sementara itu, Austin hanya ingin membuat Linda menyesal karena telah melepaskannya.

Namun, yang tidak mereka duga adalah betapa nyatanya sandiwara di antara mereka. Percakapan di larut malam. Cara Vanessa menguasai ruangan penuh orang yang seharusnya membuatnya terintimidasi. Hingga Austin menyadari bahwa wanita dalam gaun hitam itu tidak sedang berpura-puradia sedang menuntut balas.

Saat Edward Harris diringkus tepat di pesta pernikahannya sendiri, Austin dan Vanessa telah mengungkap lebih dari sekadar korupsi. Mereka mengungkap sisi rapuh diri mereka masing-masing. Kesedihan mereka. Kesepian mereka. Dan kebenaran bahwa balas dendam ternyata bukanlah tujuan akhir yang mereka cari.

Kini, misi telah usai dan perjuangan sesungguhnya baru dimulai. Akankah dua orang asing yang awalnya saling memanfaatkan ini mampu membangun sesuatu yang jujur? Ataukah beban rahasia yang mereka simpan akan menjauhkan mereka dari satu hal yang tidak pernah mereka rencanakan sebelumnya? Apa yang terjadi ketika kepura-puraan berubah menjadi kenyataan?


Dieser Download kann aus rechtlichen Gründen nur mit Rechnungsadresse in A, B, CY, CZ, D, DK, EW, E, FIN, F, GR, H, IRL, I, LT, L, LR, M, NL, PL, P, R, S, SLO, SK ausgeliefert werden.

Autorenporträt
Nicole Ashton writes love stories that feel like movies full of emotion, slow tension, and the kind of moments that stay with you long after the last page. Her stories often begin with heartbreak and end with healing, exploring how people find love again after losing it, and how one unexpected moment can change everything.

She believes love stories don't have to be perfect to be powerful they just have to feel real. Whether it's two people pretending not to care, someone coming back from the past, or a lie that turns into something true, Nicole writes about the quiet, messy, beautiful parts of falling in love.

Her books include They Said It Was Fake, Borrowed for Revenge, and The Ten Dollar Boyfriend each one a cinematic journey of emotions, second chances, and the complicated ways people find their way back to each other.

When she's not writing, Nicole loves getting lost in films, long walks that turn into daydreams, and quiet coffee shops where she builds the worlds her characters live in. She writes for anyone who still believes love can surprise them even when they've stopped looking for it.