Pikiranku seketika melabeli, tanpa sensor, tanpa ampun. Satu kata muncul tanpa bisa kucegah: rendahan.
Kata itu bergema, memantul di dinding benakku. Negatif. Sangat negatif. Seperti beberapa orang yang kukenal, yang rela menjilat, bahkan menawarkan lebih dari sekadar loyalitas-demi sebuah posisi, demi sebuah keinginan fana. Mereka menukarkan sesuatu yang abadi, harga diri mereka, demi sesuatu yang sementara dan rapuh.
Lalu, mataku tanpa sengaja menangkap pemandangan di luar jendela. Seorang pekerja konstruksi di seberang jalan sedang mengaduk semen di bawah sisa terik matahari. Keringat membasahi kaosnya yang lusuh. Aku membayangkan ia melakukan pekerjaan yang oleh sebagian orang dianggap "rendah" dan kasar itu, hanya agar bisa membawa pulang nasi, lauk, dan mungkin sebungkus susu untuk anak-anaknya. Agar dapurnya tetap mengepul dan tawa keluarganya tetap terdengar di rumah kontrakan mereka yang sederhana.
Dieser Download kann aus rechtlichen Gründen nur mit Rechnungsadresse in A, B, CY, CZ, D, DK, EW, E, FIN, F, GR, H, IRL, I, LT, L, LR, M, NL, PL, P, R, S, SLO, SK ausgeliefert werden.








